Tampilkan postingan dengan label Ilmu Akherat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Akherat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Januari 2010

Beberapa Adab Terhadap Air

Bismillahirrahmanirrahim,



Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- bahwa Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلْيَغْسِلْ يَدَهُ قَبْلَ أَنْ يُدْخِلَهَا فِي وَضُوئِهِ فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ

“Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya, hendaklah dia mencuci kedua telapak tangannya sebelum memasukkannya dalam air wudhunya, sebab salah seorang dari kalian tidak tahu dimana tangannya bermalam.” (HR. Al-Bukhari no. 263 dan Muslim no. 278)

Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- dia berkata: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ الَّذِي لَا يَجْرِي ثُمَّ يَغْتَسِلُ فِيهِ
“Jangan sekali-kali salah seorang dari kalian kencing pada air yang tidak mengalir, lalu mandi di dalamnya.” (HR. Al-Bukhari no. 346 dan Muslim no. 282)

Dalam sebuah riwayat:
لَا يَغْتَسِلْ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ وَهُوَ جُنُبٌ
“Janganlah salah seorang di antara kalian mandi dalam air yang menggenang (diam), sedang dia dalam keadaan junub.” (HR. Muslim no. 283)

Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- bahwa Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ كُلَّهُ ثُمَّ لِيَطْرَحْهُ فَإِنَّ فِي أَحَدِ جَنَاحَيْهِ شِفَاءً وَفِي الْآخَرِ دَاءً
“Apabila seekor lalat hinggap di tempat minum salah seorang dari kalian, hendaknya dia mencelupkan lalat tersebut ke dalam minumannya, kemudian membuangnya. Karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya terdapat penawarnya.” (HR. Al-Bukhari no. 3320)

Penjelasan ringkas:
Dalil-dalil di atas menyebutkan beberapa adab dimana seorang muslim disyariatkan untuk mengamalkannya dalam rangka menjaga air agar tetap suci dan bersih. Di antara adab-adab tersebut adalah:

1. Bagi orang yang bangun tidur -baik tidur siang maupun tidur malam-, lalu dia ingin bersuci atau berbersih dimana dia harus memasukkan tangannya ke dalam bejana, maka disunnahkan baginya untuk mencuci terlebih dahulu kedua tangannya di luar bejana sebanyak tiga kali, baru setelah itu dia boleh mencelupkan kedua tangannya.
Nabi -alaihishshalatu wassalam- menjelaskan hikmahnya bahwa jangan sampai kedua tangannya menyentuh najis ketika dia tidur dalam keadaan dia tidak sadar, sehingga hal itu akan menajisi air yang akan dia gunakan kalau kedua tangannya tidak dia cuci terlebih dahulu.
Hukum sunnah di sini berlaku umum baik yang bisa memastikan bahwa kedua tangannya tidak menyentuh najis maupun tidak, wallahu a’lam.

2. Dilarang kencing atau memercikkan kencing dan juga dilarang BAB ke dalam air yang diam atau yang tergenang -baik itu di kolam atau di baskom dan semacamnya- walaupun bukan untuk dipakai mandi, apalagi jika akan dipakai mandi.

3. Dilarang mandi -baik mandi junub maupun mandi biasa- di dalam air diam yang telah terkena kencing atau terkena percikan kencing atau yang kemasukan tinja.

4. Bagi orang yang mandi di kolam atau di dalam air yang tidak mengalir, maka dia dilarang untuk buang air di dalamnya, baik buang air kecil apalagi buang air besar.

5. Dilarang mandi junub di dalam air yang diam walaupun tidak ada kencing dan najis yang masuk ke dalamnya.
Catatan:
Illah (sebab) dari keempat larangan di atas adalah sadd adz-dzariah (pencegahan) jangan sampai airnya menjadi najis gara-gara dia buang air dan mandi junub di dalam air yang diam. Jadi sebab larangannya bukan karena hal tersebut akan menyebabkan airnya ternajisi. Karena telah berlalu kami sebutkan adanya ijma’ di kalangan para ulama bahwa air nanti menjadi najis jika salah satu dari ketiga sifatnya berubah akibat najis yang masuk ke dalamnya.
Adapun hukum ketiga larangan di atas, maka Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin dalam Asy-Syarh Al-Mumti’ (1/75) merajihkan bahwa hukumnya adalah haram, bukan makruh. Jadi barangsiapa yang melanggar keempat larangan di atas maka dia telah berdosa, adapun airnya maka dilihat ketiga sifatnya: Jika ada yang berubah maka hukumnya najis dan jika tidak ada yang berubah maka air itu tetap suci lagi menyucikan. Wallahu a’lam.

6. Sebaliknya, dibolehkan seseorang buang air besar dan kecil dan boleh juga seseorang mandi junub di dalam air yang mengalik (seperti sungai) dan boleh juga di dalam air yang sebagiannya diam dan sebagian lainnya mengalir. Hal itu karena Nabi -alaihishshalatu wassalam- hanya membatasi hukum larangan ini pada air yang diam lagi tidak mengalir. Wallahu a’lam.

7. Tatkala lalat -baik dia masih hidup maupun telah menjadi bangkai- bukanlah najis maka Nabi -alaihishshalatu wassalam- melarang untuk membuang air yang kejatuhan lalat. Hal itu karena lalat yang jatuh ke dalam air tidaklah menajisi air tersebut sehingga dia masih bisa diminun dan dimanfaatkan, sehingga membuang air tersebut merupakan perbuatan boros dan mubazzir.
Berdasarkan ini pula para ulama menyatakan bahwa semua hewan yang darahnya tidak mengalir maka bangkainya bukanlah najis sebagaimana halnya lalat. Misalnya: Cicak dan serangga lainnya
Dan di antara tanda kenabian beliau -alaihishshalatu wassalam- adalah beliau mengabarkan bahwa salah satu dari kedua sayap lalat itu ada berisi penyakit dan pada sayap yang lainnya berisi obatnya. Maka tatkala tidak diketahui pada sayap mana obat dan penyakit itu berada, Nabi -alaihishshalatu wassalam- memerintahkan agar sekalian mencelupkan semua tubuh lalat tersebut ke dalam air lalu setelah itu baru lalat itu dibuang.

sumber : http://al-atsariyyah.com/?p=1769

Jumat, 29 Januari 2010

BILA AL QUR AN BISA BICARA

Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku.
Dengan wudu’ aku kau sentuh dalam keadaan suci.
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari.
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesraaaaa sekali !!.
Sekarang engkau telah dewasa… !
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku…
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah…
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu.
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja? ?
Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya.
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadang kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa.
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan.
Kini … aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian.
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.
Dulu…pagi-pagi…surah-surah
yang ada padaku engkau baca beberapa halaman.
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau…..
Sekarang… pagi-pagi sambil minum kopi…engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV.
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia.
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan… !!!
Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surah2ku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat padaku di laci mobilmu.
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu.
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku.
Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja.
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu.
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun.
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatku pun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu.
Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku ….
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV.
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga.
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk.
Hanya sekedar membaca berita dan gambar sampah.
Waktupun cepat berlalu…aku menjadi semakin kusam dalam lemari.
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu.
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali.
Itupun hanya beberapa lembar dariku.
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu.
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.
Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan?
Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba.
Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya.
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.
Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu…
Setiap saat berlalu… kuranglah jatah umurmu…
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.!!!
Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati…
Di kuburmu nanti….
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan.
Yang akan membantu engkau membela diri.
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu.
Tapi Akulah “Qur’an” kitab sucimu.
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu.
Peganglah aku lagi …. bacalah kembali aku setiap hari.
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci.
Yang berasal dari Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui.
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu…


Sumber : note mas Iyan SP

Rabu, 20 Januari 2010

KUMPULAN HADIST

Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT tidak pernah bosan memberi pahala sehingga kamu yang bosan beramal, sedangkan amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang dilakukan secara tetap (disiplin) oleh pelakunya, walaupun sedikit” (HR Muslim).
----------------------------------------------------------------------------------------
dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu ’anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya : "Barang siapa senang diluaskan rezkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia bersilaturrahim" (Riwayat Al Bukhari)
----------------------------------------------------------------------------------------
"Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya di antara mereka. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya." [HR. Ahmad 2/527, At-Tirmidzi no. 1172. Dihasankan oleh Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah dalam Ash-Shahihul Musnad, 2/336-337]
----------------------------------------------------------------------------------------
"Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung." [HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466]
----------------------------------------------------------------------------------------
Celakalah bagi yang menceritakan sesuatu kemudian dia berusta pada ceritanya dengan tujuan membuat kaum yang mendengarnya tertawa. Celakalah dia celakalah dia “
(HR.ABU DAWUD, Al-Albani menghasankannya, AHMAD, AT-TIRMIDZI,AD-DARIMI)
----------------------------------------------------------------------------------------
"Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzhalimi." [HR. Tirmidzi]
----------------------------------------------------------------------------------------
"Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan, kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-nya kelak." [HR. Muslim no. 1151]
----------------------------------------------------------------------------------------
"Barangsiapa yang menempuh suatu jalan, ia mencari suatu ilmu dalam perjalanannya tersebut, Allah Ta'ala akan memudahkan baginya suatu jalan menuju surga." [HR. Muslim no. 2699 dari shahabat Abu Hurairah radhiallaahu 'anhu]
----------------------------------------------------------------------------------------
"Di waktu malam terdapat satu saat dimana Allah akan mengabulkan doa setiap malam." [HR Muslim No. 757]
----------------------------------------------------------------------------------------
"Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya". [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab AL-Muzaro'ah (2320) dan Muslim dalam Kitab Al-Musaqoh (3950)]
----------------------------------------------------------------------------------------
"Saat yang paling dekat seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud. Maka perbanyaklah doa ketika itu." [HR. Muslim]
----------------------------------------------------------------------------------------
"Hamba-hamba Allah yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling baik akhlaknya di antara mereka." [HR. Ath Thabrani dan dishahihkan oleh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 433]
----------------------------------------------------------------------------------------
"Sungguh sangat menakjubkan urusan seorang mukmin, karena segala urusannya adalah berupa kebaikan. Dan tidaklah didapatkan keadaan yang seperti ini kecuali pada diri seorang mukmin saja. Ketika dia mendapatkan kebahagiaan, dia segera bersyukur.Maka itu menjadi kebaikan baginya. Dan ketika dia mendapatkan kesusahan dia bersabar. Maka itu menjadi kebaikan baginya."[HR. Muslim dari Shuhaib bin Sinan radhiyallahu 'anhu]
----------------------------------------------------------------------------------------
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Aku berdiri di muka pintu Syurga, maka aku dapatkan mayoritas penghuninya adalah orang-orang miskin, sedang orang-orang kaya masih tertahan oleh perhitungan kekayaannya. Dan ahli neraka telah diperintahkan masuk neraka. Dan ketika aku berdiri di dekat pintu neraka, maka aku dapatkan mayoritas penghuninya adalah para wanita." [HR. Bukhari dan Muslim]
----------------------------------------------------------------------------------------
… seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya. [HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu 'anhu]
----------------------------------------------------------------------------------------
yang namanya kaya(ghina)bukanlah dengan banyaknya harta atau banyaknya kemewahan dunia,Namun yang namanya ghina adalah hati yang selalu merasa cukup( HR. Bukhari dan Muslim)
----------------------------------------------------------------------------------------
"Orang yang kuat bukan yang banyak mengalahkan orang dengan kekuatannya. Orang yang kuat ialah yang mampu menahan dirinya di saat marah." [HR. Al-Bukhari no. 6114
----------------------------------------------------------------------------------------
Marah & emosi a/ tabiat manusia. Kita tdk dilarang marah, namun diperintahkan u/ mengendalikannya agar tdk sampai mnimbulkan efek negatif. Dlm riwayat Abu Said al-Khudri Rasulullah s.a.w. bersabda "Sebaik2 orang a/ yg tdk mudah marah & cepat meridlai, sedangkan seburuk2 orang a2 yg cepat marah & lambat meridlai" (H.R. Ahmad)
----------------------------------------------------------------------------------------
“Dari Abu Hurairah radhiallaahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wasallam bersabda: ‘ Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman: ‘barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, maka sungguh! Aku telah mengumumkan perang terhadapnya. Dan tidaklah seorang hamba bertaqarrub (mendekatkan diri dengan beribadah) kepada-Ku dengan sesuatu, yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Ku-wajibkan kepadanya, dan senantiasalah hamba-Ku (konsisten) bertaqarrub kepada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya; bila Aku telah mencintainya, maka Aku adalah pendengarannya yang digunakannya untuk mendengar, dan penglihatannya yang digunakannya untuk melihat dan tangannya yang digunakannya untuk memukul dan kakinya yang digunakannya untuk berjalan; jika dia meminta kepada-Ku niscaya Aku akan memberikannya, dan jika dia meminta perlindungan kepada-Ku niscaya Aku akan melindunginya”. (H.R.al-Bukhâriy)
http://pembinaanpribadi.blogspot.com/2009/11/ketika-allah-mencintai-hambanya.html
--------------------------------------------------------------------------------------------
“Akan dtng pd manusia tahun2 yg menipu; di dalamnya pendusta dibenarkan, orng jujur didustakan; orng yg penipu dipercaya, & orng yg amanah dianggap pengkhianat, serta ruwaibidhoh ikut berbicara”. Ada yg bertanya, “Apa itu ruwaibidhoh (orng lemah)?” Beliau bersabda, “Dia adlh seorang hina(dungu) bkomentar tentang urusan umum”. [HR. Ibnu Majah dalam Kitab Al-Fitan (4036).

SHALAT BERJAMAAH DI MASJID BAGI KAUM WANITA

Lelaki tidak ada pilihan kecuali harus shalat berjamaah di masjid. Lelaki yang memilih shalat berjamaah di rumah bersama keluarga, juga tidak dibenarkan. Simak hadits berikut:

"Demi Dzat yang diriku ditangan-Nya, aku ingin menghimpun kayu bakar, lalu kusuruh seseorang mengumandangkan adzan shalat, dan kusuruh pula imam memimpin shalat berjamaah, dan kudatangi mereka yang tidak shalat berjamaah, kubakar mereka bersama rumah-rumahnya!" (HR Bukhari – Muslim). Kalimat "bersama rumah-rumahnya", menunjukkan bahwa mereka (laki-laki) tidak boleh shalat di rumah!

Bagi kaum wanita ada dua pilihan, berdasarkan hadits di bawah ini:
"Jangan kamu melarang para wanita (shalat) di masjid, namun rumah mereka sebenarnya lebih baik untuk mereka" (HR. Abu Daud dan Al-Hakim). Hal ini berarti wanita boleh shalat di masjid ataupun di rumah.

Pilihan pertama: Jika wanita memilih shalat berjamaah di masjid pakailah pakaian sopan yang menutup aurat, dan tidak memakai wangi-wangian. "Perempuan mana saja yang memakai wangi-wangian, kemudian dia pergi ke masjid, maka shalatnya tidak diterima sehingga dia mandi" (HR. Ibnu Majah).

Pilihan kedua: Yang dimaksud dengan wanita lebih baik shalat di rumah, hal itu hanya berlaku jika dilakukan tepat waktu. Dari Ibnu Masud RA, dia berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, amalan apakah yang paling Allah cintai?, beliau bersabda: Shalat tepat pada waktunya". (HR Bukhari Muslim).

Hati-hati ...!!! Coba kita lihat, berapa banyak wanita yang memilih untuk shalat di rumah tapi tidak shalat tepat waktu! Jika wanita kesulitan shalat tepat waktu di rumah, maka ia lebih baik shalat berjamaah di masjid demi menjaga shalat tepat waktu. Tegasnya, wanita yang memilih shalat berjamaah di masjid jauh lebih baik ketimbang wanita yang memilih shalat di rumah, tapi tidak tepat waktu.

Selain itu, wanita juga harus memberi dorongan kepada suami, ayah, saudara laki-laki dan anak laki-lakinya agar shalat berjamaah di masjid.

Imbalan bagi siapa saja yang memberi dorongan untuk shalat berjamaah di masjid:
“Barangsiapa merintis jalan kebaikan dalam Islam, berarti dia memperoleh pahala (sendiri) dan pahala orang-orang yang mengikuti jalan kebaikan tersebut dengan tiada mengurangi pahala mereka sedikitpun” (HR Muslim).

Konkretnya, jika kaum wanita selalu mengingatkan dan memberi motivasi kepada suami, anak laki-laki, saudara laki-laki, ayah dll untuk shalat berjamaah di masjid, maka ia akan memperoleh sebanyak pahala dari mereka yang berjamaah karena dorongannya itu, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.

Inilah peranan penting kaum wanita dalam membangun shalat berjamaah bagi keluarganya. “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS At Tahrim:6).

Akhmad Tefur - shalatsempurna.com

Kamis, 03 Desember 2009

Radio Muslim Yogyakarta